Assalamualaikum wr.wb
Holla guysss.
Kembali lagi ke blog Etta Atteta. Sebelum mulai saya akan berbagi cerita dulu, jadi di blog ini adalah kelanjutan dari blog saya sebelumnya sebagai tugas dari mata kuliah Filologi.
Diblog sebelumnya saya membahas tentang naskah kuno yaitu naskah Dewi Rengganis. Sekarang diblog ini saya akan membahas tradisi nyeput yang ada di kebudayaan sasak.
Kamis, 14 November 2019 sekitar pukul 12:00 siang, saya dan 7 kawan saya melawan teriknya matahari menelusuri jalan raya yang berudara panas menerpa kulit tangan dan kaki. Kami menuju Desa Suling Kuripan Kabupaten Lombok Barat mengunjungi sebuah rumah untuk menemui petuah yang masih memegang naskah kuno.
Petuah yang dimaksud bernama Mamiq Upik, beliau merupakan salah satu orang yang masih menyimpan dan masih mengamalkan naskah kuno yang ada pada dirinya, ada beberapa naskah kuno yang dimiliki atau yang disimpan oleh Mamiq Upik adalah Takepan Puspekerme, Takepan Bangbari, Takepan Anak Kidung, Rengganis Aksare 25 dan ada Serat Centini dari Jawa.
Saya akan mengupas tentang Takepan Puspekerme.
Puspekerme memiliki arti, Puspe berarti kembang dan Kerme berarti perbuatan jika di tafsirkan Puspekerme artinya perbuatan baik.
Puspekerme memiliki arti, Puspe berarti kembang dan Kerme berarti perbuatan jika di tafsirkan Puspekerme artinya perbuatan baik.
Takepan Puspekerme ini sudah ada sejak 200 tahun yang lalu kemudian diamalkan dengan cara turun temurun dari para petuah yang terdahulu kepada anakcucu mereka, sehingga sekarang sampai lah naskah kunotersebut ditangan Mamiq Upik, beliau sudah bergelut dengan naskah kuno ini selama 2 tahun terakhir. Puspekerme ini menceritakan tentang kerjaan atau negara/kota Puspekerme dimana kerajaan ini dipimpin oleh raja yang memiliki banyak kekuasaan diseluruh penjuru negeri. Raja yang baik dengan kehidupan yang luar biasa.
Takepan Puspekerme ini gunakan untuk Nyeput. Nyeput ini adalah tradisi untuk memilih lembaran dari takepan kemudian dibacakan oleh petuah naskah tersebut. Nyeput ini konon katanya adalah gambaran dari kehidupan kita pada masa yang akan datang.
Nah temen-temen, disini kami diberi kesempatan untuk melakukan tradisi yang ada pada Suku Sasak yaitu Nyeput tadi.
Sebelum mulai tradisi nyeput kita harus berniat baik dalam hati harus benar-benar yakin untuk kehidupan kita yang lebih baik kemudian membaca "bismillahhirrohmanirrohin".
Takepan Puspekerme ini gunakan untuk Nyeput. Nyeput ini adalah tradisi untuk memilih lembaran dari takepan kemudian dibacakan oleh petuah naskah tersebut. Nyeput ini konon katanya adalah gambaran dari kehidupan kita pada masa yang akan datang.
Nah temen-temen, disini kami diberi kesempatan untuk melakukan tradisi yang ada pada Suku Sasak yaitu Nyeput tadi.
Sebelum mulai tradisi nyeput kita harus berniat baik dalam hati harus benar-benar yakin untuk kehidupan kita yang lebih baik kemudian membaca "bismillahhirrohmanirrohin".
Gambar diatas adalah proses nyeput dan jeputan yang saya pilih.
Jeputan yang saya pilih adalah Tembang Pupuh Sinom, dalam arti sasak Sinom artinya bajang. Tembang Sinom adalah Tembang yang berisi kisah asmara. Makna yang dimaksud dari jeputan yang saya pilih berujar semacam ini kalau ditafsirkan luas "anda cukup berpasrah, sudah menerima bagaimanapun kenyataannya, sebab sudah meberi dan saling percaya bahwasanya semua sudah ditentukan dan dipertemukan kelas esok hari"
.
Foto bersama Mamiq Upik
Begitu banyak pembelajaran yang dapat saya petik dari perjalan mencari naskah kuno ini, mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan ke teman-teman, lebih dan kurangnya saya mohon maaf.
Sekian dan Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb







