Bismillahirrohmanirrohim.
Assalammualaikum, wr, wb.
Halo teman-teman!
Gambar diatas adalah bentuk naskah Tembang Anak Kidung.
Sebelum saya mulai kenalan dulu yuk, perkenalkan nama saya Etta Atteta, kerap disapa Etta, umur 20 tahun, single ya. Jadi di blog ini saya akan bercerita atau membagi informasi tentang salah satu naskah kuno yang ada di pulau Lombok khususnya adat Sasak. Nah, jadi ini temen-temen berkaitan dengan naskah kuno yang akan saya bahas ini adalah sebagian tugas dari mata kuliah Filologi yang identik dengan peninggalan kebudayaan seperti naskah kuno tersebut.
Lanjut. Rabu, 23 Oktober 2019 selepas kuliah saya dan lima teman lainnya berkendara melewati teparan debu tanpa tepis dijalan untuk mencari naskah kuno yang masih ada dan disimpan kemudian diturunkan secara turun temurun oleh para petuah kepada anak cucu mereka. Lokasi rumah kunjungan yang kami tempuh cukup meneggangkan, tempat melewati hamparan sawah yang berada dikiri kanan jalan, tegangnya saya dan teman saya berboncengan ini menyusul sebab ada satu dan lain hal, lokasi itu baru pertama kami datangi, saya semacam melewati sedikit hutan, pohon bambu dan pepohonan lebat amannya disana masih ada beberapa rumah serta lokasi tersebut sudah pernah didatangai oleh mahasiwa KKN. Tepatnya lokasi tersebut terletak di desa Presek Narmada. Saya menuju kerumah Bapak Mahmudi kenalan teman saya tadi, dilihat dari cover rumah beliau aja sudah terdapat aksara-aksara kuno dalam bentuk aksara kawi dituliskan di papan putih yang digantung diatas pintu rumah beliau.
Naskah kuno, bicara soal naskah awalnya saya pikir hanya semacam naskah yang berisi dialog zaman dulu dan setelah saya melakukan perjalanan ini naskah kuno tersebut adalah semacam kitab atau bacaan-bacaan yang ditulis melalui aksara kawi atau bahkan aksara arab melayu.
Naskah kuno yang saya temukan ini adalah naskah yang memiliki dua sebutan yakni Naskah Kuno Dewi Rengganis. Dewi Rengganis biasa disebut dengan "Tembang Anak Kidung". Menurut cerita Bapak Mahmudi pemengang naskah tersebut, beliau mengatakan bahwa naskah itu memiliki kekuatan mistis dalam arti luas naskah tersebut memiliki keajaiban, naskah kuno itu berisi guna-guna atau dalam bahasa Sasak disebut dengan Senggeger . senggeger itu berupa pelet yang dilakukan melalui mantra atau bacaan yang dilakukan oleh orang yang ditujukan keorang lain entah untuk menyakiti ataupun utnuk memperbaiki. Setelah dikupas secara mendalam ternyata naskah Tembang Anak Kidung ini bisa menyembuhkan penyakit atau yang sudah jadi kebiasaan seseorang yang dipengaruhi oleh roh mahkluk halus seperti jin, ilmu ghaib dan sebaagainya, dengan makna dan kata lain biasa disebut kesurupan.
Tembang Anak Kidung dalam adat Sasak dimanfaatkan oleh orang orang sebagai penangkal atau obat untuk orang kerasukan/kesurupan. Dalam bahasa Sasak kesurupan disebut "Kebanggru'an".
Naskah tersebut selalu dipergunakan untuk mengobati kebanggru'an sebab memang itu kepercayaan para petuah yang diwariskan ke anak cucu mereka, kebanggru'an ini kerap dibilang biasa dan penangkalnya memang manjur, mantra mantra yang ada dalam naskah dilontarkan atau bisa diamalkan oleh penderita agar terhindar dari ilmu ghaib yang menggagu. Itu adalah kepercayaan petuahnya dan hal tersebut memang ada dalam kebudayaan Sasak tersebut, bukan hanya kebudayaan Sasak, Sumbawa pun terdapat kepercayaan seperti itu atau dengan kebudayaan lainya. Jadi memang terlihat aneh, tapi kekuatan keajaiban yang dimiliki Tembang Anak Kidung ini sangat dimanfaatkan dan sering dipergunakan. Mantra terkandung seperti senggeger didalamnya juga terkadang diamalkan oleh orang tertentu seperti mohon maaf sebelumnya mungkin untuk menyakiti seseorang yang dibenci, untuk membuat lawan jenis menjadi tertarik dan lain sebagainya.
Oke teman-teman mungkin hanya itu yang bisa saya ujarkan dalam tulisan saya ini mengenai salah satu naskah kuno yang ada di pulau Lombok guna memenuhi kewajiban saya untuk menyelsaikan tugas mata kuliah Filologi. Lebih kurangnya mohon dimaafkan ya.
Jadi, jangan lupa Like & Koment sebanyak-banyaknya yapssss.
See You Lovely
Wassalammualaikum wr. wb

